informasiobat.com

VAKSIN JERAP DIFTERI TETANUS PERTUSIS (DTP)

NAMA GENERIK
Vaksin Jerap Difteri Tetanus Pertusis (DTP)

NAMA KIMIA
Diphteria, Tetanus and Pertussis Vaccine (Adsorbed); Vaccinum Diphteria, Tetani et Pertussis Adsorbatum

KETERANGAN
Tiap ml mengandung : Toksoid difteri yang dimurnikan 40 Lf. Toksoid tetanus yang dimurnikan 15 Lf. B, pertussis yang diinaktivasi 24 OU. Aluminium fosfat 3 mg ; Thimerosal 0,1 mg

SUB KELAS TERAPI
Obat yang Mempengaruhi Sistem Imun

STABILITAS PENYIMPANAN
Vaksin DTP harus disimpan dan ditransportasikan pada suhu 2- 8C.;TIDAK BOLEH DIBEKUKAN. (1);Simpan dalam wadah yang terlindung cahaya.

KONTRA INDIKASI
Terdapat beberapa kontraindikasi yang berkaitan dengan suntikan pertama DTP. Gejala-gejala keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir atau gejala-gejala serius keabnormalan pada saraf merupakan kontraindikasi dari komponen pertussis. ;Imunisasi DTP kedua tidak boleh diberikan kepada anak yang mengalami gejala-gejala parah pada dosis pertama DTP. Komponen pertussis harus dihindarkan, dan hanya dengan diberi DT untuk meneruskan imunisasi ini. ;Untuk individu penderita virus human immunodefficiency (HIV) baik dengan gejala maupun tanpa gejala harus diberi imunisasi DTP sesuai dengan standar jadwal tertentu.

EFEK SAMPING
Terjadinya gejala-gejala yang bersifat sementara seperti lemas, demam, kemerahan pada tempat suntikan. Kadang-kadang terjadi gejala berat seperti demam tinggi, iritabilitas dan meracau yang biasanya terjadi 24 jam setelah imunisasi.

INTERAKSI OBAT
Secara teoritis interaksi dengan golongan kortikosteroid kemungkinan dapat menyebabkan respon yang tidak adekuat terhadap respon immune dari vaksin.;Bila memungkinkan, tunda pemberian tipe vaksin bakteri atau vaksin virus hidup pada penderita yang menerima immunosupressant kortikosteroid dosis tinggi; akan tetapi keputusan dokter yang merawat tetap menjadi pertimbangan utama.;Secara teoritis, interaksi dengan siklosporin kemungkinan dapat menyebabkan respon yang tidak adekuat terhadap respon immune dari vaksin. Bila memungkinkan imunisasi sebaiknya dilakukan 2 sampai 4 minggu sebelum terapi dengan siklosporin dimulai.;Kemungkinan mempunyai interaksi dengan Kloramfenikol dapat menyebabkan inhibisi respon immune dari toksoid tetanus. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan setelah atau sebelum terapi dengan kloramfenikol.;Penurunan respon immune terhadap vaksin Haemophilus influenzae jika dicampur dengan vaksin DTP

PENGARUH KEHAMILAN
Termasuk dalam kategori C. ;Tidak ada studi terkontrol pada ibu hamil. Penggunaan hanya diberikan bila keuntungan melebihi risiko.

PENGARUH MENYUSUI
Pengaruh terhadap bayi belum diketahui.

PARAMETER MONITORING
Walaupun pemeriksaan rutin tidak terlalu perlu, pemeriksaan respon serologi terhadap vaksin dapat dilakukan (Terdapat peningkatan imunoglobulin IgG terhadap antigen pada waktu penggunaan vaksin).

BENTUK SEDIAAN
Vaksin Tersedia Dalam Kemasan Vial 10 Dosis

PERINGATAN
1) Kelainan pada central nervous sytem; pertimbangkan antara risiko dan keuntungan pengobatan. ;2) Kelainan koagulasi darah, termasuk didalamnya thrombocytopenia, hemophilia, atau concomitant anticoagulant therapy; risiko terjadinya perdarahan.;3) Pada bayi dengan riwayat penyakit keluarga kejang, pemakaian perlu perhatian yang serius untuk menghindari terjadinya pyrexia.;4) Bila terjadi demam / temperatur tinggi (40.5C atau lebih), collapse or shock like state, menangis terus-menerus (persistent crying) dalam waktu 48 jam, atau terjadi kejang dengan atau tanpa demam selama 3 hari setelah pemberian vaksinasi ;pertussis yang lalu, maka pertimbangkan risk vs benefit untuk vaksinasi selanjutnya

INFORMASI PASIEN
Booster vaccinations (dosis ke-4 atau ke-5) kemungkinan dapat menyebabkan bengkak pada lengan atau paha (biasanya juga ada kemerahan dan rasa sakit). Hal ini dapat sembuh dengan sendirinya (biasanya memerlukan waktu 2 hari, ;tetapi dapat juga memerlukan waktu sampai 7 hari.

MEKANISME AKSI
Diphtheria toxoid mencegah risiko terkena Difteri dan menginduksi peningkatan neutralizing antibodies terhadap racun diphtheria. Vaksin yang diberikan kepada pasien akan bekerja melindungi tubuh selama kurang lebih 10 tahun. ;Komponen toksoid tetanus menginduksi peningkatan neutralizing antibodies terhadap racun tetanus. Vaksin yang diberikan kepada pasien akan bekerja melindungi tubuh selama kurang lebih 10 tahun.;Acellular pertussis vaccine component melindungi dari infeksi Bordetella pertussis. Mekanisme aksi belum diketahui secara pasti

{BOTTOM}