informasiobat.com

VANCOMYCIN

NAMA GENERIK
Vancomycin

STRUKTUR KIMIA
C66H75Cl2N9O24

KETERANGAN
Merupakan antimikroba golongan glikopeptida atau campuran glikopeptida yang diproduksi oleh strainAmycolaptosis orientalis.(1)

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk berwarna coklat, tidak berbau, mudah larut dalam air, tidak larut dalam kloroform dan eter. 5% larutan dalam air mempunyai pH 2,5-4,5.(1)

SUB KELAS TERAPI
Antibakteri

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis lazim : untuk bayi >1bulan dan anak-anak : 10-15mg/kg setiap 6 jam. Dewasa : IV: 2-3g/hari ( 20-45mg/kg/hari) dalam dosis terbagi setiap 6-12 jam, maksimum 3 g/hari. Dosis: untuk indikasi khusus : Bayi > 1 bulan dan anak-anak : Meningitis: IV: 15 mg/kg setiap 6 jam, intratekal 5-20mg/hari; Profilaksis infeksi endokarditis : IV: bedah dental, oral atau saluran pernapasan atas : 20 mg/kg 1jam sebelum pembedahan; Infeksi gram positif : IV: 10mg/kg setiap 6 jam. Dewasa : Meningitis ( pneumococcus atau staphylococcus) : IV: 30-45mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 sampai 12jam atau 500-750mg setiap 6 jam; Intratekal : sampai 20 mg/hari; Profilaksis infeksi endokarditis : IV: bedah dental, oral atau saluran penapasan atas: 1g, 1 jam sebelum pembedahan; Infeksi gram positif : IV: 15-20mg/kg/dosis ( sekitar 750-1500 mg) setiap 12 jam.(3)

FARMAKOLOGI
Absorbsi : IM : tinggi; intraperitoneal : 38%, Distribusi : secara luas ke jaringan tubuh dan cairan kecuali CSF, Ikatan protein 10-50%, waktu mencapai puncak, serum: IV: 45-65 menit, eksresi : IV: Urin (80-90% sebagai obat tidak berubah.(3)

STABILITAS PENYIMPANAN
Vial 500 mg dan 1 gram yang sudah direkonstitusi stabil dalam suhu ruangan atau di lemari es selama 14 hari.(3)

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap vankomisin atau komponen lain dalam sediaaan; Hindari penggunaannya pada pasien yang pernah mengalami hilang pendengaran.(3)

EFEK SAMPING
Mulut pahit, mual ,muntah, stomatitis, eosinopilia, nefritis interstisial, ototoksisitas, gagal ginjal, ruam kulit, trombositopenia, vaskulitis, hipotensi eritematus pada wajah dan bagian tubuh atas.(3)

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Peningkatan toksisitas pada penggunaan bersama dengan obat yang dapat menyebabkan ototoksisitas atao nefrotoksik. Meningkatkan blok neuromuskular pada penggunaan bersama obat neuromuskular bloker.(2) Penggunaan bersama vankomisin dan obat anastesi menyebabkan reaksi anafilaksis dan reaksi seperti hipotensi, eritema, urtikaria, pruritus.(4)

PENGARUH ANAK
penggunaan vankomisin dan anastetik pada anak dapat menyebabkan eritema. Penggunaan vankomisin IV pada neonatus prematur harus disertai perhatian karena belum sempurnanya fungsi ginjal pada pasien kelompok ini dan adanya potensi peningkatan konsentrasi serun vankomisin.(4)

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko C

PENGARUH MENYUSUI
Dapat terdistribusi ke air susu/ gunakan dengan pengertian.(3)

PARAMETER MONITORING
Tes fungsi ginjal secara periodik, urinalisis, konsentrasi serum vankomisin, jumlah sel darah putih dan audiogram

BENTUK SEDIAAN
Injeksi

PERINGATAN
Dapat menyebabkan nefrotoksisitas, faktor risiko yang umum adalah gangguan ginjal, penggunaan bersama obat nefrotoksik, peningkatan usia dan dehidrasi. Hentikan penggunaan jika ada tanda nefrotoksisitas; kerusakan ginjal biasanya dapat pulih. Mungkin dapat menyebabkan neurotoksisitas. Ototoksisitas sebanding dengan jumlah obat yang diterima dan durasi pengobatan. Penggunaan IVcepat dapat menyebakan hipotensi, eritema, urtikaria dan / atau pruritus; kecepatan infus seharusnya lebih dari 60 menit.(3)

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Mungkin terjadi sindrom" red man" yang ditandai oleh ruam kulit dan hipotensi, ini bukan reaksi alergi tetapi berhubungan dengan infus yang terlalu cepat.(3)

MEKANISME AKSI
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan cara menghambat polimerasi glikopeptida melalui ikatan yang kuat kepada D-alanyl-D-alanyn pada prekursor dinding sel.(3)

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale 34th edition, p.275-277 2. MIMS Indonesia 2008 edisi bahasa Indonesia p.323-324 3. Drug Information Handbook 17th edition p.1641-1643 4. AHFS Drug Information 2008, p.469-477

{BOTTOM}