informasiobat.com

VITAMIN A

NAMA GENERIK
Vitamin A

NAMA KIMIA
3,7-dimetil-9-(2,6,6-trimetilsikloheks-1-enil)nona-2,4,6,8-tetraen-1-ol. C20H30O dengan berat molekul 286,5.1

STRUKTUR KIMIA
USP 29 (Vitamin A): Dapat mengandung retinol atau bentuk ester asam lemak, terutama asam asetat dan asam palmitat. Dalam bentuk cair, minyak berwarna kuning terang sampai merah yang dapat mengeras jika didinginkan (disimpan di dalam kulkas). Dalam bentuk padat, memiliki tampilan dari pelarut yang ditambahkan. praktis tidak berbau atau berbau agak amis, tetapi tidak berbau dan berasa anyir (tengik). Tidak stabil di udara dan cahaya. dalam bentuk cair, tidak larut dalam air dan gliserol, larut dalam alkohol dehidrat dan minyak sayur, dapat terdispersi dalam air. simpan dalam wadah kedap udara, lebih disarankan di dalam ruangan yang inert. terlindung dari cahaya.1

GB STRUKTUR KIMIA
240

KETERANGAN
Vitamin dan Mineral

SIFAT FISIKOKIMIA
Sinonim: Axerophthol, Oleovitamin A, Retinol, Retinyl Palmitate, Vit A, Vit A Ace, Vitamin A1, Vitamin A asetat, Vitamin A palmitat, Vit A palmitat.2 Konversi satuan: Internasional unit (IU) vitamin A didefinisikan sebagai 0,344 mcg all-trans vitamin A asetat murni dan IU provitamin A sebanding dngan aktivitas 0,6 mcg all-trans beta-karoten murni.1 IU sebanding dengan 0,3 mcg all-trans retinol, atau 0,55 mcg all-trans retinol palmitat, ata 0,359 mcg all-trans retinol propionat. 1 mikromol vitamin A sebanding dengan 953 IU atau 286 retinol.2

SUB KELAS TERAPI
Vitamin A

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Mula kerja (respon inisial): rabun senja: 145 hari (oral); follicular hyperkeratosis: 42 hari (oral). Konsentrasi terapeutik obat: dalam darah: 30-80 mcg/dl. Absorpsi: vitamin A dengan dosis tidak melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat diabsorpsi dengan baik setelah pemberian oral; sediaan berbasis air lebih cepat diabsorpsi daripada yang berbasis minyak; oral dosis tinggi, malabsorpsi lemak, asupan protein rendah, penyakit hati atau pankreas, akan menurunkan absorpsi oral. ;Distribusi: disimpan di hati dalam jumlah banyak (90%); terdistribusi dalam air susu ibu (ASI). Metabolisme: terkonjugasi dengan glukoronida; mengalami resirkulasi enterohepatik. Metabolit vitamin A: 11-cis-retinal (di retina), asam retinoat (di jaringan lain), retinaldehid, tretinoin, isotretinoin, 4-okso-tretinoin, dan 4-okso-isotretinoin. Ekskresi: melalui feses.2,3

FARMAKOLOGI
Simpanlah pada suhu ruangan dalam wadah yang kedap udara, jauhkan dari panas, cahaya, dan kelembapan.1,2

STABILITAS PENYIMPANAN
1. Hipersensitivitas terhadap produk vitamin A 2. Kehamilan (dosis melebihi RDA) 3. Hipervitaminosis A.2 4. Pasien dengan nilai granulosit < 100/mm3

KONTRA INDIKASI
Penggunaan vitamin A dalam jumlah banyak dan jangka panjang dapat menyebabkan toksisitas. Efek samping yang akut dan jarang terjadi dapat muncul pada penggunaan dengan dosis yang sangat tinggi. Hipervitaminosis A (toksisitas kronik) ditandai dengan kelelahan, rentan, anoreksia, dan kehilangan berat badan, muntah dan gangguan pencernaan lainnya, demam yang tidak terlalu tinggi, hepatomegali, perubahan warna kulit (menjadi kuning, kering, sensitif terhadap sinar matahari), pruritus, alopecia (kebotakan), rambut kering, bibir pecah-pecah dan berdarah, anemia, sakit kepala, hiperkalsemia, pembengkakan subkutan, nokturia, dan nyeri pada tulang dan sendi. ;Gejala dari toksisitas kronik termasuk meningkatnya tekanan intrakranial dan tumor otak papilloedema, dan gangguan penglihatan yang mungkin parah. Gejala dapat hilang jika pemakaian vitamin A dihentikan, tapi pada anak penutupan prematur dari epifises tulang panjang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan.1 ; Intoksikasi vitamin A akut ditandai dengan sedasi, pusing, konfusi, diare dan muntah, sariawan, gusi berdarah, desquamation, dan meningkatnya tekanan intrakranial. Hepatomegali dan gangguan penglihatan dapat terjadi.1

EFEK SAMPING
Absorpsi vitamin A di saluran cerna dapat dikurangi oleh adanya neomisin, kolestiramin, atau parafin likuid. Meningkatkan risiko hipervitaminosis vitamin A jika diberikan bersama dengan retinoid sintetik, seperti acitretin, isotretinoin, dan tretinoin.1 Direkomendasikan diminum 2 jam setelah orlistat atau malam sebelum tidur.7 ;Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika vitamin A diberikan bersama dengan abciximab, clopidogrel, fondaparinux, heparin, warfarin. Dapat meningkatkan toksisitas vitamin A jika diberikan bersama dengan etretinat, isotretinoin, dan tretinoin. ;Dapat meningkatkan risiko pseudotumor serebri (hipertensi intrakranial yang ringan) jika diberikan bersama minosiklin.2

INTERAKSI MAKANAN
Kategori (FDA): X.2 Vitamin A dapat menembus plasenta. Keamanan vitamin A dengan dosis melebihi 6.000 IU/hari selama masa kehamilan belum diketahui. Dosis melebihi US RDA 2.500 IU/hari harus dihindari pada wanita hamil atau yang berpotensi hamil. Beta-karoten, prekursor vitamin A yang belum diketahui bersifat teratogenik, dapat dipertimbangkan menjadi sumber vitamin A pada wanita hamil atau yang berpotensi hamil.2

INTERAKSI OBAT
Tidak ada data

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
1. Kadar toksik 2. Gejala toksisitas kronik 3. Gejala toksisitas akut 4. Hilangnya gejala toksisitas setelah penggunaan dihentikan.2

PENGARUH KEHAMILAN
Vitamin A terdistribusi dalam ASI.3 Thomson Lactation Rating: Risiko pada bayi tidak dapat ditentukan. Perhitungkan keuntungan dan kerugian pemakaian obat ini sebelum meresepkannya pada ibu yang sedang menyusui. Pabrik obat menyarankan penggunaan vitamin A pada ibu menyusui dengan dosis yang sesuai dengan US RDA vitamin A, yaitu 5.000 IU.2

PENGARUH MENYUSUI
Tidak ada data

PARAMETER MONITORING
Kapsul lunak: 100.000 IU, 200.000 IU; tablet salut gula: 50.000, 200.000.5,6

BENTUK SEDIAAN
1. Dosis tunggal melebihi 25.000 unit/kg dapat menyebabkan toksisitas akut 2. Perhatikan asupan vitamin A dari makanan yang diperkaya vitamin A, suplemen makanan, dan obat-obat lain sebelum meresepkan.2

PERINGATAN
Tidak ada data

KASUS TEMUAN
Defisiensi vitamin A harus diterapi. Jangan menggunakan vitamin A jika memiliki reaksi alergi terhadap vitamin A. Beritahukan pada dokter jika memiliki penyakit hati. Vitamin A sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil atau yang berencana hamil. Vitamin A dapat diminum langsung atau bersama dengan jus. Beritahukan pada dokter jika sedang mengkonsumsi obat KB. Jika dosis terlewatkan (lupa minum obat), maka segera minum saat teringat. Bila saat ingat, sudah hampir waktunya untuk minum dosis berikutnya, maka tidak perlu minum dosis sebelumnya, cukup minum dosis berikutnya. Jangan mendobel dosis. Namun, dosis yang terlewat bukanlah suatu masalah. Penyimpanan: Simpanlah pada suhu ruangan dalam wadah yang kedap udara, jauhkan dari panas, cahaya, dan kelembapan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Vitamin A dosis tinggi hanya boleh digunakan atas petunjuk dokter karena jika digunakan dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi kesehatan.1,2;Efek samping: Segera beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping berikut: mengantuk yang parah, double vision (penglihatan ganda), confusion, rentan, nyeri tulang atau sendi. Beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping yang kurang serius, seperti: kulit atau bibir kering dan pecah-pecah, sakit kepala, kehilangan nafsu makan. Beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping lain yang berkaitan dengan penggunaan vitamin A.2

INFORMASI PASIEN
Vitamin A penting untuk fungsi normal retina. Dalam bentuk retinal, akan bergabung dengan opsin (pigmen merah dari retina) untuk membentuk rhodopsin (warna ungu penglihatan), yang penting untuk penglihatan saat gelap. Bentuk lain (retinol, asam retinoat) penting untuk pertumbuhan tulang, fungsi testikel dan ovarium, dan perkembangan embrionik, dan untuk regulasi pertumbuhan dan diferensiasi dari jaringan epitel. Retinol dan asam retinoat dapat berfungsi sebagai kofaktor dalam reaksi biokimia.2

MEKANISME AKSI
1. Kadar toksik: penggunaan vitamin A jangka panjang dengan kadar 10-20 kali lebih tinggi dari dosis lazim harian dapat menyebabkan hipervitaminosis A. Penggunaan jangka panjang pada dewasa dengan dosis >30 mg retinol/hari sering mengakibatkan hipervitaminosis A. Toksisitas pada bayi dapat terjadi pada pemakaian 7,5-15 mg retinol selama 30 hari. Toksisitas akut vitamin A dapat terjadi pada pemakaian lebih dari 500 mg retinol (>1.000.000 IU) pada dewasa, lebih dari 100 mg pada anak, dan lebih dari 30 mg (300.000 IU) pada bayi. ;2. Gejala toksisitas kronik: sakit kepala, mual dan muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial; nyeri tulang; gejala pada mukosa kulit, hepatomegali, hiperkalsemia, dan kelainan hematologi.2 3. Gejala toksisitas akut: sakit kepala yang parah, pusing, hepatomegali, muntah, rentan, mengantuk, papilledema. Pengelupasan kulit secara keseluruhan terjadi setelah 24 jam. ;4. Gejala toksisitas hilang jika penggunaan dihentikan.2

MONITORING
1. Martindale 35th ed., p. 1808 2. MICROMEDEX 3. Drug Information Handbook 15th ed., p. 1793 4. BNF 56, p. 530 5. MIMS Volume 9, 2008 p. 387 6. pom.go.id 7. Stockley's Drug Interaction, 7th ed., p. 1042 8. BNF for Children, 2007, p. 542

{BOTTOM}