informasiobat.com

ZIDOVUDINE

NAMA GENERIK
Zidovudine

NAMA KIMIA
Sinonim: azidothymidine Nama kimia: 3′¬azido-3′-deoxythymidine Formula molecular:

STRUKTUR KIMIA
C10H13N5O4

GB STRUKTUR KIMIA
248

SIFAT FISIKOKIMIA
Zidovudine berupa kristal padat berwarna putih sampai abu-abu kecoklatan, tidak berbau, dengan berat molekul 267.24 dan kelarutannya di air pada suhu 25C adalah 20.1 mg/mL dan 71 mg/mL pada alkohol

SUB KELAS TERAPI
Antivirus

KELAS TERAPI
Antiinfeksi;

NAMA DAGANG
Retrovir

INDIKASI
• Terapi kombinasi untuk pasien HIV sekurang-kurangnya 2 jenis agen antriretroviral,;• Sebagai monoterapi untuk pencegahan transmisi HIV dari ibu ke bayi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Cara 1. Oral: pemberian berdasarkan around the clock untuk mempertahankan puncak kadar obat dalam serum; dapat diberikan tanpa tergantung makanan 2. Tidak boleh diberikan secara suntikan intramuscular (IM) 3. Intravena: hindari infus secara cepat atau injeksi bolus; pada neonatus infus selama 30 menit; pada dewasa infus selama 1 jam; Dosis: Pencegahan transmisi dari ibu ke janinnya: ;• Nenonatus: perhatian harus segera diberikan 6-12 jam setelah kelahiran dan dilanjutkan sampai usia 6 minggu Oral: o Bayi cukup bulan: 2 mg/kg/dosis setiap 6 jam o Bayi dengan usia saat dilahirkan ≥ 30 minggu dan ≤ 35 minggu: 2 mg/kg/dosis setiap 12 jam; pada usia 2 minggu dosis ditingkat menjadi 2 mg/kg/dosis setiap 8 jam o Bayi dengan usia saat dilahirkan < 30 minggu: 2 mg/kg/dosis setiap 12 jam; saat usia 4 minggu dosis ditingkatkan menjadi 2 mg/kg/dosis setiap 8 jam Intravena: jika tidak dapat menerima obat per oral o Bayi cukup bulan: 1.5 mg/kg/dosis setiap 6 jam o Bayi dengan usia saat dilahirkan ≥ 30 minggu dan ≤ 35 minggu: 1.5 mg/kg/dosis setiap 12 jam; pada usia 2 minggu dosis ditingkatkan menjadi 1.5 mg/kg/dosis setiap 8 jam o Bayi dengan usia gestasi < 30 minggu: 1.5 mg/kg/dosis setiap 12 jam; pada usia 4 minggu dosis ditingkatkan menjadi 1.5 mg/kg/dosis setiap 8 jam;• Ibu o Oral: 5x100 mg/hari atau 3x200 mg/hari atau 2x300 mg/hari. Terapi dimulai pada usia kehamilan 14-34 minggu dan dilanjutkan sampai saat persalinan o Intravena diberikan selama proses kelahiran: 2 mg/kg selama 1 jam dilanjutkan dengan infus intravena 1 mg/kg/jam sampai pemotongan tali pusat.;Terapi untuk HIV • Anak usia 6 minggu -12 tahun: o Oral: 160 mg/m2/x setiap 8 jam; (maksimum 200mg tiap 8 jam). Beberapa institusi lain menggunakan dosis 180 mg/ m2-240 mg/ m2 setiap 12 jam ketika diberikan sebagai kombinasi dengan ARV lainnya, namun data penggunaan dosis ini pada anak masih terbatas. o Intravena: infus kontinyu 20 mg/m2/jam; infus intermiten 120 mg/m2/dosis setiap 6 jam;• Dewasa: o Oral: 2 x 300 mg/hari atau 3 x 200 mg/hari o Intravena: 1 mg/kg/dosis setiap 4 jam around the clock (6x/hari) Jika ada gangguan ginjal (CLcr <15mL/menit : membutuhkan penurunan dosis minor Hemodialisis: dosis setelah hemodialisis 100 mg Hemodialis kontinyu: 100 mg setiap 8 jam Jika ada gangguan hati: ringan atau sedang atau pasien sirosisdosis dapat dikurangi dan harus dilaksanakan monitoring berkala untuk mengetahui toksisitas hematologinya.

FARMAKOLOGI
ABSORBSI Secara oral 45%-95%, tidak tergantung makanan;DISTRIBUSI Penetrasi secara signifikan ke cairan serebrospinal dan menembus plasenta. Difusi relatif dari darah ke serebrospinal: adekuat dengan atau tanpa adanya inflamasi Rasio level serebrospinal: darah pada meningeal normal adalah ~60% Terikat dengan protein: 25-38%;METABOLISME Metabolisme di hati via glukorinodasi manjadi metabolit inaktif, bioavailaibility : 54%-74% Waktu paruh eliminasi terminal 0,5 -3 jam Waktu menuju puncak di serum: 30-90 menit;EKSKRESI Oral: melalui urin (72%-74% sebagai matabolit, 14%-18% sebagai obat yang tidak berubah) Intravena: melalui urin (45%-60% sebagai metabolit, 18%-29% sebagai obat yang tidak berubah)

STABILITAS PENYIMPANAN
Sulusion untuk injeksi harus diencerkan dengan D5W sampai konsentrasinya mencapai <4 mg/mL dan harus digunakan dalam 8 jam.;Larutan untuk injeksi harus diencerkan dengan D5W sampai konsentrasinya mencapai <4 mg/mL dan harus digunakan dalam 8 jam.;Larutan secara fisik dan kimiawi stabil selama 24 jam dalam suhu ruangan dan 48 jam jika disimpan dalam lemari es.;Simpan vial larutan yang belum diencerkan pada suhu ruangan dan terlindungi dari sinar matahari pada suhu 15-25C

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap zidovudin yang mengancam jiwa atau hipersensitif terhadap komponen lain dalam sediaan

EFEK SAMPING
Sakit kepala, rasa malas, mual, anoreksia, muntah, konstipasi, granulositopenia, anemia, peningkatan transaminase, rasa lemas, kardiomiopati, nyeri dada, vaskulitis, syncope, ansietas, bingung, depresi, mania, pingsan, insomnia, mengantuk, seizure, vertigo, rash, pruritus, perubahan pigmentasi kulit/kuku, sindrom steven johnson,urtikaria, gynecomastia, kram perut, dispepsia, disfagia, flatulens, ulser pada mulut, pankreatitis, anemia hemolitik, leukopenia, limfadenopati, hepatitis, hepatomegali, hiperbilirubinemia, jaundice, asidosis laktat, arthralgia, sakit punggung, myalgia, neuropati, spasmus otot, rhabdomyolisis, fotofobia,hilang pendengaran, lain-lain ( alergi, anafilaksis, angiodema, flu)

INTERAKSI MAKANAN
Tidak dipengaruhi makanan

INTERAKSI OBAT
Meningkatkan efek/toksisitas: • Dengan obat myelosupref dan agen sitotoksik (vinkristin, doksorubisin, dapson, ganciclovir) akan meningkatkan risiko toksisitas hematologi. ;Penggunaan zidofudin bersamaan dengan obat yang mempengaruhi glukuronidasi (asetominofen, simetidin, indometasin, probenesid, aspirin) akan meningkatkan risiko terjadinya granulositopenia. • Klaritromisin dapat meningkatkan level zidovudine dalam darah • Asam valproat secara bermakna dapat meningkatkan zidovudine dalam darah ;• Penggunaan bersama dengan Ribavirin dan analog nukeosida dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat (termasuk adefovir, didanosine, lamivudine, stavudine, zalcitabine, zidovudine) Menurunkan ;• Doxorubicin dan ribavirin mengantagonis efek zidovudine, hindari penggunaan bersama-sama (berdasarkan data in vitro). • Zidovudine dapat menurunkan aktivitas stavudine (berdasarkan data in vitro). Hindarkan penggunaan bersama-sama.

PENGARUH ANAK
Zidovudin digunakan secara oral atau IV untuk manajemen infeksi HIV pada anak-anak usia 3 bulan keatas, obat juga digunakan pada bayi baru lahir untuk mengurangi risiko penularan saat kelahiran.;Toksisitas pada anak-anak sama dengan pada dewasa, termasuk toksisitas pada sumsum tulang yang menyebabkan anemia dan atau neutropenia

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko C

PENGARUH MENYUSUI
Zidovudine disekresi di air susu, sehingga tidak direkomendasikan untuk diberikan

PARAMETER MONITORING
1. Monitor darah merah dan platelet minimal setiap 2 minggu, tes fungsi hati, MCV, kreatinin serum, viral load dan CD4, observasi untuk penampakan dan infeksi oportunistik

BENTUK SEDIAAN
Kapsul (Retrovir): 100 mg;Injeksi, solusion [tanpa pengawet] (Retrovir): 10 mg/mL (20 mL);Tablet (retrovir): 300 mg

PERINGATAN
1. Berhubungan dengan toksisitas hematologi [granulositopenia, anemia berat yang membutuhkan transfuse, atau (jarang) pansitopenia]. ;2. Perhatian penggunaannya pada pasien dengan supresi sumsum tulang, penyakit hati.; 3. Tunda terapi pada pasien yang mengalami atau dengan tanda-tanda laboratorium mengarah ke asidosis laktat dan hepatomegali dan steatosis ;4. Penggunaan jangka panjang berhubungan dengan miopati simtomatik dan myositis;5. Dosis perlu dimodifikasi pada pasien yang mengalami anemia atau netropenia.;6. Kurangi dosis pada pasien dengan gangguan ginjal

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Obat dapat dimakan sebelum atau sesudah makan. ;Kemungkinan terjadinya masalah kepatuhan, frekwensi pemberian dan efek samping perlu didiskusikan dengan pasien sebelum memulai terapi untuk membantu mencegah terjadinya resistensi.

MEKANISME AKSI
Zidovudine bekerja dengan menghambat kerja reverse transcriptase, enzim yang digunakan oleh HIV untuk membuat DNA dari RNA.

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale, 34th edition halaman 658-662;2. ISO 2008 halaman 181, MIMS 2007 halaman 339 ;3. AHFS Drug Information 2008 halaman 750-764;4. Drug information handbook. 17th edition, halaman 1677-1679